Kertas Seribu Impian
Keajaiban
itu, berawal saat siswa baru yang bernama Erick menginjakkan kakinya di sebuah sekolah
unggulan di kabupatennya. Dan, dia siswa yang kumaksud adalah aku, diriku
sendiri, dengan tekad yang kuat untuk menuntut ilmu di sekolah ini. Aku mulai
membuat jejak-jejak mimpiku. Setelah disambut dengan hangat oleh kakak dan
abang senior di sekolah, aku mulai menuliskan mimpi-mimpiku pada dua lembar
kertas dan aku tempelkan pada dinding kamar ku.
Pada suatu
ketika ada temanku, tepatnya tetanggaku yang sebaya dengan ku, dan dia adalah
teman sepermaiananku dari aku kecil yang datang bermain-main ke kamarku dan
mereka melihat dua lembar kertas yang tertempel dinding tersebut, mereka
membaca isi dari dari dua lembar kertas tersebut yang berisikan impian-impian
yang dituliskan olehku. Mereka menertawaiku dan berkata padaku “hahaha, sudahlah rick … itu
kan cuman khayalan kamu aja”, ujar mereka dengan ekspresi menyindirnya. Tapi
aku menjawabnya dengan santai, dengan
gaya khas ku yang terkesan cuek “gak
apa-apa kok sob, siapa tau suatu hari nanti jadi kenyataan”,. Mereka tiba-tiba terdiam, seakan-akan tersadar akan semangatku yang besar dan mereka
pun akhirnya memberikan ucapan dukungan untuk ku “oke deh rick semoga aja
impianmu itu bukan jadi pajangan belaka”, “oke sob, terima kasih atas dukungan
kalian” sahut ku.
Selain mereka
yang mendukung ku bahkan terkadang saudara-saudaraku mencemooh bahkan mengejek
tulisan ku itu. Namun aku tak perduli akan hal itu. Aku tetap bersemangat
menggapai impian-impianku dan bertekad dalam hatiku “mimpi itu tidak dapat
digapai jika bukan
Tanpa ku
sadari setelah hampir satu tahun aku memajang dua lembar kertas tersebut,
hanyalah menjadi sebuah coretan. Mengapa hanya menjadi coretan? karena aku
telah menggapai satu persatu harapan serta impian yang telah aku tuliskan dari
sekian banyak lagi hal yang aku cita-citakan pada dua lembar kertas tersebut
yang kini sudah mulai usang serta banyak coretan yang telah aku goreskan pada
kertas tersebut.
Ada satu
impian yang tertulis pada dua lembar kertas tersebut yang dapat membuat aku
terkesan dan sangat membekas dalam benakku, yaitu di saat aku berhasil
memenangkan olimpiade tingkat kabupaten bidang study Fisika. Dan aku menjadi
orang dimana teman-temanku menanyakan tugas-tugas fisika padaku.
Nilai-nilai ujianku selalu memuaskan dan aku selalu
mendapatkan peringkat yang lumayan bagus disekolah. Terkadang saya berpikir, saya
adalah anak orang biasa-biasa saja, dari
keluarga yang sangat sederhana, namun saya berani bermimpi. Namun, ada satu
pepatah yang menginspirasi saya “Beranilah bermimpi karena, jika kita berani
bermimpi matahari yang sangat panas itu dapat kita genggam”. Aku berharap bahwa
kelak diriku mampu memotivasi bahkan menginspirasi banyak orang untuk mengikuti
jejak-jejak mimpiku dalam melakukan hal-hal yang mungkin kita sendiri tidak
akan dapat mengukurnya.
Dan itu masih
satu dari sekian banyak lagi impianku. Aku bahagia karena dapat melakukan
semuanya apa adanya, dengan keterbatasan ekonomi keluargaku, orangtuaku tetap
bersemangat menyekolahkan dan menghidupi kami anak-anaknya, bahkan kedua
saudaraku yang lebih tua dariku bisa melanjutkan pendidikannya kejenjang
Universitas.
Aku bangga
pada keluargaku, dan aku mensyukuri apa yang ada padaku. Dan aku berharap kelak
suatu saat nanti, satu persatu dari sekian banyak impian dan cita-citaku dapat
ku wujudkan menjadi nyata, dan membuktikan kepada dunia bahwa aku mampu. Tidak
peduli seberat apa, dan tidak peduli sekejam apa dunia ini akan menghalangi
impianku, aku akan tetap berjuang untuk mendapatkannya.
Memang
finansial merupakan salah satu pendukung keberhasilan, tapi bagiku keterbatasan
ekonomi keluargaku bukanlah tolak ukur bagiku untuk selalu bermimpi. Dan
disini, saat ini, aku akan selalu bermimpi dan berusaha untuk membuat semuanya
lebih baik lagi. Karena aku bahagia untuk berjuang melawan keterbatasan, tidak
peduli akan seberapa sering nantinya aku gagal. Karena bagiku, kegagalan adalah
kemenangan yang tertunda.
Dan tulisan
dua lembar yang kupajang itu menjadi sebuh doa yang kubacakan setiap hari,
setiap kali aku melihat dan membacanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar